Tampilkan postingan dengan label Curhatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Februari 2011

Delapan Kebohongan Seorang Ibu dalam Hidupnya

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya darikebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas daripenderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : "Makanlah nak,aku tidak lapar" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping saya
dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : "Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA


Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja." Ibu tersenyum dan berkata
:"Cepatlah tidur nak, aku tidak capek" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang
dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata: "Minumlah nak, aku tidak haus!" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT


Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah
kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA


Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim
balik uang tersebut. Ibu berkata : "Saya punya duit" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM


Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian
memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku "Aku tidak terbiasa" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang
ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : "angan menangis anakku,Aku tidak kesakitan" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.


Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.

Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa
tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : " Terima kasih ibu ! " Coba
dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah. Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah
bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan
kembali lagi.. Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di kemudian hari.
Selengkapnya...

Minggu, 13 Februari 2011

SEKUNTUM DOA UNTUK BUNDA

Suatu Ketika ada seorang laki-laki belia yang bertanya pada Ibunya”Bunda ....Mengapa menangis ?”.Ibunda menjawab .”Sebab aku wanita :"Aku tak mengerti kata Sianaklagi.Ibunya hanya tersenyum dan memeluk erat sambil berkata”Nak,Kamu memang takkan akan mengerti….

Kemudian anak itu bertanya pada Ayahnya “Ayah Mengapa Bunda Menangis tanpa ada sebab yang jelas ?

Sang Ayah menjawab..”Semua wanita menangis tanpa ada alasan”Hanya itu jawaban yang bisa diberikan Ayahnya.Si Anak itu tumbuh dewasa dan tetap ingin tahu jawaban mengapa wanita mudah sekali menangis….

Pada suatu malam ,Ia bermimpi dan bertanya pada Tuhan ‘Ya Tuhan ,mengapa wanita mudah sekali menangis ?Dalam mimpinya Tuhan menjawab “Saat Kuciptakan wanita aku membuatnya sangat utama.Ku Ciptakan bahunya agar mampu menahan seluruh baban dunia dan Isinya ,walaupun juga,bahu itu harus cukup nyaman dan Lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur .kuberikan kekuatan wanita untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya walau,Sering kali pula,ia kerap menerima cerca dari Anaknya…

Kuberikan wanita keperkasaan ,yang akan membuatnya akan bertahan ,Pantang menyerah,Saat semua orang sudah putus asa .Kuberikan pada wanita kesabaran untuk merawat keluarganya ,walau letih,walau sakit,walau Lelah tanpa berkeluh kesah…

Kuberikan wanita perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi apapun dan situasi apapun,Walau tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaanya dan melukai hatinya,Perasaan itu Pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap dan sentuhan kasih sayangnya akan memberikan kenyamanan saat didekap lembut olehnya..



Kuberikan pada wanita! kekuatan untuk membimbing suaminya ,melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya.Sebab,Bukankah tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak…

Dan akhirnya kuberikan pada wanita airmata agar dapat mencurahkan perasaanya .Inilah Khusus diberikan kepadanya ,agar dapat digunakan kapanpun ia Inginkan,hnaya inilah kelemahan pada yang dimiliki wanita .Walaupun sebenarnya airmata ini adalah airmata kehidupan….



Sebuah catatan kecil buat Bunda…

Maafkan anakmu yang lebih banyak membuat Bunda menangis daripada Tersenyum…

Aku ingin menjadi menjadi anak Sholeh yang selalu berbakti kepadamu….Berharap bisa menemui saat pulang dari Perantauanku Lebaran nanti …

AKu akan langsung menemui Bunda seraya Berbisik lirih di Telinganya “Bunda Sekuntum Doa untukmu….
Selengkapnya...

Rabu, 09 Februari 2011

WAHAI WANITA CANTIK

Wahai wanita cantik,
Engkau yang diciptakan dengan sangat sempurna oleh Rabbmu..
Indah dengan segala kelebihanmu yang ada...

Wahai wanita cantik,
Sering kali aku melihatmu berjalan dengan baju yang sangat sederhana,
Bahan yang sederhana, dan ukuran yang sangat sangat sederhana,
Hingga bagian auratmu yang harusnya tak tampak menjadi tampak..

Wahai wanita cantik,
Cukup sering aku melihat engkau jalan di depan para lelaki denga pakaian sexy-mu,
Dan para lelaki itu menatapmu dengan sangat lekat dari ujung kakimu sampai ujung rambutmu,
Mengikuti langkahmu hingga hilang dari pandangan mereka, pandangan yg menjijikkan...

Wahai wanita cantik,
Suaramu sungguh merdu,
Mendayu-dayu layaknya putri duyung yang sedang bernyanyi,
Bening sebening sumber mata air yang mengalir...

Wahai wanita cantik...Ketahuilah... engkau begitu berharga... terlalu berharga...
Engkau bagai intan berlian yang terpajang pada sebuah kotak kaca indah berkunci dan terbungkus rapi..
Engkau bukan emas campuran murahan yang terpajang di etalase depan toko dan dengan seenaknya sang pembeli dapat merabamu, memegang tubuhmu dan memakaimu hanya untuk mencoba, lalu sang pembeli pergi, tak jadi membelimu dan mengembalikanmu di tempat yang sama!!
Bukan, engakau bukan itu wahai wanita cantik!!
Engkau intan berlian yang terpajang dalam kotak kaca indah berkunci dan terbungkus rapi.. orang yang menginginkanmu tidak berhak merabamu, memegangmu tubuhmu bahkan mencoba memakainya!
Tidak, mereka terlalu kotor untuk itu... mereka harus terlebih dahulu membelimu dengan harga yang sangat mahal, setelah itu mereka akan dapat memilikimu sepenuhnya.. Engkau yang utuh, yang belum pernah di 'coba' orang lain sebelumnya...

Wahai wanita cantik...
Engkau sungguh indah...
Bagai bunga mawar yang ketika orang ingin mengambilnya, terlebih dahulu mereka harus merasakan duri pertahanan diri yang kau punya,
Bagai bunga edelweis yang ketika menginginkanmu, terlebih dahulu mereka harus mendaki gunung ke arah ketinggian, menantang keberanian dan cuaca yang tak bersahabat,
Engkau bukan bunga bangkai, yang terlihat begitu indah dari kejauhan dengan warna yang menyala yang membuat para serangga tertarik dengan warna indahmu, namun ketika didekati, kau busuk.. ahh...baumu saja sudah membuat orang mual, apalagi memilikimu, merekapun enggan...

Wahai wanita cantik...
Jagalah amanah keindahan yang ada pada dirimu..
Berjalan saja kau terlihat menawan, belum lagi pembawaanmu yang sangat anggun, apalagi jika kau bersuara merayu, dan menampakkan apa yang tak seharusnya tampak..
Ahh..jagalah itu semua saudariku,
Tutuplah auratmu...agar tak ada yang berkeinginan lain terhadapmu... lelaki jalanan itu tak pantas menikmati tubuhmu dengan memandangimu dengan pandangan menjijikkan itu! mereka terlalu kotor untukmu!
Jagalah kehormatanmu saudariku... lelaki manapun yang belum halal bagimu tak pantas menyentuh tubuh dan kehormatanmu, pun atas nama cinta... sungguh, cinta dan nafsu itu berbeda..

Apakah kau khawatir tidak ada yang menyayangimu dan menjagamu atas nama cinta?
Apakah kau takut tidak akan ada yang menggombal dan merayumu atas nama cinta?

Wahai saudariku, bukan lelaki yang menginginkan tubuhmu yang sesungguhnya mencintaimu..
Lihatlah.. aku disini... aku sangat sedih melihat keadaanmu sekarang... aku sedih melihat para lelaki itu menzalimimu.. diri ini serasa tercabi-cabik...
Lihatlah di sekitarmu... tak hanya aku yang menginginkan ini semua yang terbaik untukmu.. lihatlah saudara-saudara semuslim mu...
Lihatlah kami.. sungguh engkau membuat air mata kami mengalir dan mencopot kantuk dari mata-mata kami... kami disini sedang memikirkan dan berbuat sesuatu untukmu.. agar tak pernah lagi engkau dizalimi siapapun...
Lihatlah kedua orang tuamu... hh,,apakah mereka menginginkanmu menjadi seperti ini? Sungguh engkau bakai mutiara bagi keluargamu... mutiara yang mereka jaga sejak kecilmu sampai engkau beranjak dewasa... apakah dengan ini engkau membalasnya?
Jika kau masih kurang dengan ini, maka lihatlah Allah Tuhanmu, Yang Menciptakanmu, Yang tiada henti-hentinya memberi nikmat padamu padahal tak jarang kau lupa denganNya... Ia masih memberimu nikmat udara, nikmat hidup, nikmat fisik dari tubuhmu yang indah itu.. Bayangkan, jika Ia tidak menyangimu, knapa Ia tak cabut saja nikmat wajahmu yang cantik dan tubuhmu yang indah?? Tapi tidak... meskipun engkau sering kali melupakanNya, nimkatNya tetap terus mengalir...

Wahai saudariku...
Biarlah hanya satu lelaki paling beruntung yang dapat menikmati dirimu seutuhnya, yakni suamimu kelak... ketika ikatan antara kalian halal dan berbuah ridhoNya... ketika suara mendayumu bukan lagi dosa tapi pahala... hanya dia yang pantas, saudariku...

Wahai saudariku,
Sungguh tidak ada alasan lain yang membuat aku melakukan ini selain cintaku yang begitu tinggi kepadamu...
Cintaku yang membuncah yang membuat aku memikirkanmu hingga kata-kata ini kugoreskan...
Cintaku yang menangis ketika melihat keadaanmu yang terzalimi oleh mode dan perbudakan hawa nafsu...
Cintaku yang akan tersenyum jika engkau berniat kembali ke jalanNya... Mari berjalam bersamaku, saudariku... temani aku dalam perjalanan indah yang tak singkat ini, menuju kepadaNya...
Selengkapnya...

Selasa, 01 Februari 2011

Nikmatnya Masalah

Apa yang kita rasakan ketika kita mendapatkan sebuah masalah, ya…masalah. Karena setiap manusia pasti mempunyai masalah, tidak ada satupun makhluk Allah di muka bumi ini yang tidak mempunyai masalah. Ayam saja yang mungkin sering kita santap bisa merasakan stress karena masalah, tapi jangan lantas kita bayangkan masalah ayam sama dengan masalah manusia.

Namun demikian, bagaimana kita menghadapi setiap permasalahan itu. Adakah dari kita yang menganggap suatu masalah itu sebagai sebuah kenikmatan, ataukah malah kita menganggap bahwa masalah yang pelik adalah sebagai sebuah musibah. Ya kebanyakan dari kita adalah menganggap suatu masalah itu adalah sebagai sebuah musibah, hal itu tidak bisa kita pungkiri bahkan saya sendiripun terkadang sering merasakan demikian. Padahal jauh dari situ masalah adalah sebuah kenikmatan, tapi bagaimana bisa masalah yang mendera kita kok di bilang sebagai sebuah kenikmatan?

Bagaimana bisa ketika seseorang ditimpa masalah hutang yang teramat besar adalah sebuah kenikmatan, atau bagaimana bisa ketika kita ditimpa masalah dengan mendapatkan nilai kuliah/sekolah yang teramat jelek itu adalah sebuah kenikmatan, atau bagaimana mungkin ketika kita diputuskan oleh sang pacar adalah sebuah kenikmatan?

Coba kita bayangkan dan sedikit melirik kebelakang, ketika kita didera sakit yang hebat apa yang diucapkan? Ya kita banyak menyebut nama Allah, kita banyak beristigfar karena dengan demikian kita merasa dekat serta kita merasa tentram dengannya. Ketika kita didera hutang yang banyak, maka kita kadang merasa lebih dekat dengan Allah dan porsi meminta kepada Allah lebih intens serta lebih banyak ketimbang hari biasanya, pun demikian ketika kita mendapatkan nilai yang jelek, maka yang terucap pertama kali adalah kata “astagfirullah” karena secara tidak sadar bahwasanya diri ini refleks sadar akan kesalahan serta akan meminta lebih banyak kepada Allah dan juga akan lebih mendekatkan diri kepadaNya. Demikian juga ketika diputuskan pacar, kita akan lebih mendekat lagi kepada Allah serta akan lebih tekun dalam berdo’a bahkan mungkin sambil menangis agar diberikan pasangan yang lebih baik.

Maka tidak salah ketika Ust. Yusuf Mansur menuliskan “Masalah adalah suatu kenikmatan”, karena memang dalam masalah itu kita bisa lebih mendekatkan diri dengan Allah, kita lebih intens menghampiriNya dengan seabrek permintaan, dengan seabrek keluh kesah. Karena memang demikianlah sifat manusia, ia akan ingat Sang Maha Penciptanya kala dihimpit masalah, namun kala lapang kadang malah melupakanNya. Namun demikian maka bersyukurlah kala masalah menghampiri, mungkin Allah sedang sayang kepada kita makanya Allah memberikan masalah itu kepada kita, agar kita ingat kepadaNya.

Ingatlah sahabat bahwasanya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Boleh jadi apa yang kita anggap buruk itu adalah yang terbaik untuk kita, dan boleh jadi apa yang kita anggap baik malah itu adalah hal terburuk untuk kita, karena Allah Maha Tahu dan manusia tidak tahu. Jadi, syukuri ketika masalah itu mendera kita, karena dengannya lah kita bisa lebih merasakan kedekatan dengan Sang Pemilik Solusi, ingatlah bahwa masalah dunia itu sangat kecil dihadapan kita. Yang mesti kita waspadai adalah ketika Allah sudah tidak menyayangi kita lagi, karena ciri-ciri Allah menyayangi kita adalah dengan memberikan cobaan kepada setiap hambaNya agar kita semua terus ingat kepadaNya.

Selamat menikmati setiap masalah, selamat menikmati indahnya kebersamaan denganNya. Semoga Allah senantiasa memberikan solusi pada setiap permasalahan kita semua, semoga Allah senantiasa memberikan rasa syukur yang tak terhingga, semoga Allah senantiasa ridho atas semua yang kita kerjakan. Karena sesungguhnya Allah Maha Tahu atas segala apa yang ada di bumi dan dilangit, serta apa yang ada dalam hati serta lintasan pikiran setiap hambaNya.

Sekali lagi selamat menikmat hidangan Allah yang tak terhingga yang berupa “jamu” masalah.
Selengkapnya...

Minggu, 21 November 2010

Jadi Ikhwan jangan cengeng

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Dikasih amanah pura-pura batuk..
Nyebutin satu persatu kerjaan biar dikira sibuk..
Afwan ane sakit.. Afwan PR ane numpuk..
Afwan ane banyak kerjaan, kalo nggak selesai bisa dituntut..
Afwan ane ngurus anu ngurus itu jadinya suntuk..
Terus dakwah gimana? digebuk?


Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Dikit-dikit dengerin lagunya edcoustic..
udah gitu yang nantikanku di batas waktu, bikin nyelekit..
Ke-GR-an tuh kalo ente melilit..
Kesehariannya malah jadi genit..
Jauh dari kaca jadi hal yang sulit..
Hati-hati kalo ditolak, bisa sakiiiittt..


Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Dikit-dikit SMSan sama akhwat pake Paketan SMS biar murah..
Rencana awal cuma kirim Tausyiah..
Lama-lama nanya kabar ruhiyah.. sampe kabar orang rumah..
Terselip mikir rencana walimah?
Tapi nggak berani karena terlalu wah!
Akhirnya hubungan tanpa status aja dah!


Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Abis nonton film palestina semangat membara..
Eh pas disuruh jadi mentor pergi entah kemana..
Semangat jadi penontonnya luar biasa..
Tapi nggak siap jadi pemainnya.. yang diartikan sama dengan hidup sengsara..
Enak ya bisa milih-milih yang enaknya aja..


Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Ngumpet-ngumpet buat pacaran..
Ketemuan di mol yang banyak taman..
Emang sih nggak pegangan tangan..
Cuma lirik-lirikkan dan makan bakso berduaan..
Oh romantisnya, dunia pun heran..
Kalo ketemu Murabbi atau binaan..
Mau taruh di mana tuh muka yang jerawatan?
Oh malunya sama Murabbi atau binaan?
Sama Allah? Nggak kepikiran..
Yang penting nyes nyes romantis semriwing asoy-asoy-yaannn. .


Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Disuruh infaq cengar-cengir. .
Buat beli tabloid bola nggak pake mikir..
Dibilang kikir marah-marah dah tuh bibir..
Suruh tenang dan berdzikir..
Malah tangan yang ketar-ketir. .
Leher saudaranya mau dipelintir!


Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Semangat dakwah ternyata bukan untuk amanah..
Malah nyari Aminah..
Aminah dapet, terus Walimah..
Dakwah pun hilang di hutan antah berantah..
Dakwah yang dulu kemanakah?
Dakwah kawin lari.. lari sama Aminah..
Duh duh… Amanah Aminah..
Dakwah.. dakwah..
Kalah sama Aminah..


Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Buka facebook liatin foto akhwat..
Dicari yang mengkilat..
Kalo udah dapet ya tinggal sikat..
Jurus maut Ikhwan padahal gak jago silat..
“Assalammu’alaykum Ukhti, salam ukhuwah.. udah kuliah? Suka coklat?”
Disambut baik sama ukhti, mulai berpikir untuk traktir Es Krim Coklat ..
Akhwatnya terpikat..
Mau juga ditraktir secara cepat..
Asik, akhirnya bisa juga ikhtilat…
yaudah.. langsung TEMBAK CEPAT!
Akhwatnya mau-mau tapi malu bikin penat..
badan goyang-goyang kayak ulat..
Ikhwannya nyamperin dengan kata-kata yang memikat..
Kasusnya sih kebanyakan yang ‘gulat’..
Zina pun menjadi hal yang nikmat..
Udah pasti dapet laknat..
Duh.. maksiat.. maksiat…


Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Ilmu nggak seberapa hebat..
Udah mengatai Ustadz..
Nyadar diri woi lu tuh lulusan pesantren kilat..
Baca qur’an tajwid masih perlu banyak ralat..
Lho kok udah berani nuduh ustadz..
Semoga tuh otaknya dikasih sehat..


Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Status facebook tiap menit ganti..
Isinya tentang isi hati..
Buka-bukaan ngincer si wati..
Nunjukkin diri kalau lagi patah hati..
Minta komen buat dikuatin biar gak mati bunuh diri..
Duh duh.. status kok bikin ruhiyah mati..
Dikemanakan materi yang ustadz sampaikan tadi?


Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Ngeliat ikhwan-ikhwan yang lain deket banget sama akhwat mau ikutan..
Hidup jadi kayak sendirian di tengah hutan rambutan..
Mau ikutan tapi udah tau kayak gitu nggak boleh.. tau dari pengajian..
Kepala cenat-cenut kebingungan. .
Oh kasihan.. Mendingan cacingan..


Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Ngeliat pendakwah akhlaknya kayak preman..
Makin bingung nyari teladan..
Teladannya bukan lagi idaman..
Hidup jadi abu-abu kayak mendungnya awan..
Mau jadi putih nggak kuat nahan..
Ah biarlah kutumpahkan semua dengan cacian makian..
Akhirnya aku ikut-ikutan jadi preman..
Teladan pun sekarang ini susah ditemukan..


Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Diajakain dauroh alasannya segudang..
Semangat cuma pas diajak ke warung padang..
Atau maen game bola sampe begadang..
Mata tidur pas ada lantunan tilawah yang mengundang..
Tapi mata kebuka lebar waktu nyicipin lauk rendang..
Duh.. berdendang.. .


Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Bangga disebut ikhwan.. hati jadi wah..
Tapi jarang banget yang namanya tilawah..
Yang ada sering baca komik naruto di depan sawah..
Hidup sekarang jadinya agak mewah..
Hidup mewah emang sah..
Tapi.. kesederhanaan yang dulu berakhir sudah?


Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Dulunya di dakwah banyak amanah..
Sekarang katanya berhenti sejenak untuk menyiapkan langkah..
Tapi entah kenapa berdiamnya jadi hilang arah..
Akhirnya timbul perasaan sudah pernah berdakwah..
Merasa lebih senior dan lebih mengerti tentang dakwah..
Anak baru dipandang dengan mata sebelah..
Akhirnya diam dalam singgasana kenangan dakwah..
Dari situ bilang.. Dadaaahhh.. Saya dulu lebih berat dalam dakwah..
Lanjutin perjuangan saya yah…


Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Nggak punya duit jadinya nggak dateng Liqo..
Nggak ada motor yaa halaqoh boro-boro..
Murabbi ikhlas dibikin melongo..
Binaan nggak ada satupun yang ngasih info..
Ngeliat binaan malah pada nonton tv liat presenter homo..
Adapula yang tidur sambil meluk bantal guling bentuk si komo..
Oh noo…


Jadi Ikhwan jangan cengeng…

Jadi Ikhwan jangan cengeng…

Jadi Ikhwan jangan cengeng…

Jadi Ikhwan jangan cengeng…

Jadi Ikhwan jangan cengeng…


Akhi… banyak sekali sebenarnya masalah Ikhwan..
Dimanapun harokahnya.. .


Akhi.. Di saat engkau tak mengambil bagian dari dakwah ini..
Maka akan makin banyak Ikhwan lain yang selalu menangis di saat mereka mengendarai motor.. Ia berani menangis karena wajahnya tertutup helm… Ia menangis karena tak kuat menahan beban amanah dakwah..


Akhi.. Di saat engkau kecewa oleh orang yang dulunya engkau percaya.. Ikhwan-ikhwan lain sebenarnya lebih kecewa dari mu.. mereka menahan dua kekecewaan.. kecewa karena orang yang mereka percaya.. dan kecewa karena tidak diperhatikan lagi olehmu.. tapi mereka tetap bertahan.. menahan dua kekecewaan.. . karena mereka sadar.. kekecewaan adalah hal yang manusiawi.. tapi dakwah harus selalu terukir dalam hati..


Akhi.. disaat engkau menjauh dari amanah.. dengan berbagai alasan.. sebenarnya, banyak ikhwan di luar sana yang alasannya lebih kuat dan masuk akal berkali-kali lipat dari mu.. tapi mereka sadar akan tujuan hidup.. mereka memang punya alasan.. tapi mereka tidak beralasan dalam jalan dakwah.. untuk Allah.. demi Allah.. mereka.. di saat lelah yang sangat.. masih menyempatkan diri untuk bangun dari tidurnya untuk tahajjud.. bukan untuk meminta sesuatu.. tapi mereka menangis.. curhat ke Allah.. berharap Allah meringankan amanah mereka.. mengisi perut mereka yang sering kosong karena uang habis untuk membiayai dakwah…


Akhi.. Sungguh.. dakwah ini jalan yang berat.. jalan yang terjal.. Rasul berdakwah hingga giginya patah.. dilempari batu.. dilempari kotoran.. diteror.. ancaman pembunuhan.. … dakwah ini berat akhi.. dakwah ini bukan sebatas teori.. tapi pengalaman dan pengamalan.. . tak ada kata-kata ‘Jadilah..!’ maka hal itu akan terjadi.. yang ada ‘jadilah!’ lalu kau bergerak untuk menjadikannya. . maka hal itu akan terjadi.. itulah dakwah… ilmu yang kau jadikan ia menjadi…


Akhi.. jika saudaramu selalu menangis tiap hari..
Bolehkah mereka meminta sedikit bantuanmu..? meminjam bahumu..? berkumpul dan berjuang bersama-sama. ..?

Agar mereka dapat menyimpan beberapa butir tangisnya.. untuk berterima kasih padamu..
Juga untuk tangis haru saat mereka bermunajat kepada Allah dalam sepertiga malamnya..


“Yaa Allah.. Terimakasih sudah memberi saudara seperjuangan kepadaku.. demi tegaknya Perintah dan laranganMu.. . Kuatkanlah ikatan kami…”

“Yaa Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta kepada-Mu, bertemu dalam taat kepada-Mu, bersatu dalam da’wah kepada-Mu, berpadu dalam membela syariat-Mu.”

“Yaa Allah, kokohkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukillah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tidak pernah pudar.”

“Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal kepada-Mu. Hidupkanlah hati kami dengan ma’rifat kepada-Mu. Matikanlah kami dalam keadaan syahid di jalan-Mu.”

“Sesungguhnya Engkaulah Sebaik-baik Pelindung dan Sebaik-baik Penolong. Yaa Allah, kabulkanlah. Yaa Allah, dan sampaikanlah salam sejahtera kepada junjungan kami, Muhammad SAW, kepada para keluarganya, dan kepada para sahabatnya, limpahkanlah keselamatan untuk mereka.”

Aamiin Allahumma aamiin.
Selengkapnya...

BILA IBU BOLEH MEMILIH

Anakku,
Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu
Maka ibu akan memilih mengandungmu...
Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah

Sembilan bulan nak,,,, engkau hidup di perut ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena
ibu kecewa dan berurai air mata...

Anakku,...
Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmu Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu
Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu
Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit ,
Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun

Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia
Saat itulah... saat paling membahagiakan
Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,
Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,
Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita Rasulullah di telinga mungilmu

Anakku,...
Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah, atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,maka ibu memilih menyusuimu,
Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat berharga
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu dalam kantuk ibu,
Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan

Anakku,
Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat
Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle
Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu

Tetapi anakku...
Hidup memang pilihan ....
Jika dengan pilihan ibu , engkau merasa sepi dan merana
Maka maafkanlah nak ...
Maafkan ibu....
Maafkan ibu ...
Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita , agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang
Percayalah nak ....
Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu
Percayalah nak ...
Engkau adalah selalu menjadu belahan nyawa ibu,,,,

Dikutip dari
Puisi Hati Ratih Sanggarwati

Untuk anakku tercinta,
dan 5 bulan lagi penantianku untuk melihatmu di dunia
Selengkapnya...

Pesona Cinta dan Syair Cinta Yang Membuatku Jatuh Cinta

CINTA…
Itulah kata yang memiliki sejuta pesona
Itulah pesona yang memiliki sejuta makna

Sahabatku…
Cobalah kau pandangi langit tinggi tanpa tiang
Apakah belum kau temukan pesona cinta disana?

SUBHANALLAH…
Itulah syair cinta yang pantas kita ucapkan
Saat diri kita menikmati KeagunganNYA

Sahabatku…
Cobalah rasakan nikmat yang IA berikan pada kita
Apakah itu juga membuatmu tak menemukan pesona cinta?

ALHAMDULILLAH…
Ini adalah syair cintaNYA
Saat diri kita bersyukur atas nikmat-nikmatNYA

Sahabatku…
Coba kau tenggok masalah, yang IA berikan pada kita
Yang semata-mata karena bukti cintaNYA pada kita
Lalu apakah kau belum menemukan pesona cinta disana

INNALILLAHI…
Itulah syair cinta yang pantas kau dengungkan
Agar masalah yang menimpamu kembali padaNYA

Sahabatku…
Apa kau lupa saat memandang gunung yang begitu gagah
Dan itulah pesonaNYA yang sangat megah
Sehingga tak ada yang dapat menandingi kemegahan pesonaNYA

Sahabatku…
Apa kau tak dengarkan suara adzan ketika berkumandang
Itu adalah syairNYA yang sangat indah
Sehingga tak ada yang dapat menandingi keindahan syairNYA

Sahabatku…
Begitu banyak aku memandang
Begitu banyak pula aku menemukan pesonaNYA
Pesona cinta yang tak terlukis
Hanya dengan sebuah rangkaian tulisan

Sahabatku…
Begitu banyak aku membaca
Begitu banyak pula aku menemukan syairNYA
Syair cinta yang tak terurai
Hanya dengan sebuah ucapan biasa

Karena dalam penciptaan langit
Dan bumi beserta isinya
Bagi kita yang senantiasa bertafakur dan bertadabur
Akan menemukan…
Pesona Cinta dan Syair Cinta Yang Membuat kita Jatuh Cinta
Selengkapnya...

Lebih Baik... "Sok Alim" dari pada "Sok Kafir" !!!

Suatu kali sekelompok sahabat sedang berkumpul untuk makan bersama. Menu yang dihidangkan adalah beberapa masakan dari daging onta beserta minum berupa susu onta. Tak lama kemudian datanglah seorang sahabat yang lain yaitu Abdullah bin Salam seraya berkata : “Daging onta dan susunya dalam agama kami dilarang” Mendengar pernyataan tersebut terperanjatkan para sahabat yang lain, “Bukankah Abdullah bin Salam sudah masuk Islam ??!!”

Singkat cerita, kemudian Baginda Rasulullah SAW datang dan para sahabat menanyakan ttg kejadian tersebut. Beliau bersabda, ”Al-Qur’an dan Taurat sama-sama kitab samawi”, dengan pernyataan Rasulullah tsb kemudian Allah mengkoreksi dengan turunnya ayat berikut:

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (Qs. 2:208)

Saudaraku,
Kalaulah kita sempat merenungi ayat ini, sepertinya ada beberapa ibroh yang bisa ambil :

1. Seruan untuk masuk Islam secara total
Islam ibarat sebuah bangunan yang indah. Untuk menikmatinya tidak cukup hanya melihatnya dari luar, kita perlu membuka pintunya kemudian masuk untuk menikmati seluruh kamar, dan segala interior didalamnya.

Islam harus kita pahami bukan hanya sebagai agama, tapi dia adalah satu ideologi, suatu tuntunan hidup (way of life) yang sangat sempurna. Apapun yang kita lakukan, setiap desahan nafas kita harus kita usahakan dengan maksimal agar sesuai dengan Islam. Islam itu tinggi, dan tidak ada lagi yang lebih tinggi darinya. Islam adalah agama yang sempurna, dan tidak ada lagi yang lebih sempurna darinya.

….. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi dien-mu….. (Al-Maaidah :3)

Saya sering bercerita pada adik-adik saya, bahwa seperti halnya sebuah motor, tidak ada yang lebih tahu bagaimana cara merawatnya, apakah spesifikasi spare partnya, dan bagaimana menjalankannya, selain pabrik pembuatnya.

Begitu pula dengan kita, Allah adalah pencipta kita, Dialah yang Maha mengetahui apa yang terbaik bagi diri kita, berapa rizki yang sesuai dengan kita, siapa jodoh kita, bagaimana hidup kita. Dia yang paling tahu, bukan kita. Dan seperti halnya sebuah motor yang pasti punya sebuah buku panduan, Allah juga telah menyediakan panduan itu yaitu Islam.

Allah tidak akan bisa menerima Islam dicampur-campur dengan keyakinan lain
Sahabat Umar bin Khatab pernah membawa-bawa kitab Taurat, saat Rasulullah melihatkan beliau berkata dengan keras , “Ya Umar, seandaikan Musa masih hidup , niscaya dia juga akan mengikuti risalahku.!”

Betapa sering kita lihat realitas didepan kita, saat Islam menguntungkan atau tidak merugikan maka saat itu pula dia ambil Islam, tapi saat dirasa berat saat itu juga dia mengambil yang lain.

2. Hanya orang beriman yang dipanggil dalam ayat ini
Allah sengaja tidak memanggil dengan panggilan “ Hai sekalian manusia…” , atau “Hai sekalian kaum muslimin…” , tapi dengan jelas menggunakan panggilan “ Hai orang-orang yang beriman..” .

Pertimbangan utama dalam penyebutan ini adalah bahwa orang mukmin (beriman) cenderung lebih bisa menerima ayat ini.

Orang mukmin jelas tidak sama dengan orang muslim (mengaku berislam). Dalam hati orang muslim bisa jadi masih keraguan akan keislamannya. Hal ini tidak berlaku orang yang beriman. Para ulama mendifinisikan kata iman sendiri sebagai :
Pembenaran dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan dikerjakan dengan anggota tubuh dalam amalan sehari-hari.

Jadi bukan hanya sebatas pada pengertian percaya seperti yang kita terima selama ini. Percaya pada Allah, percaya pada Malaikat, percaya pada kitab suci, dan selanjutnya…

3. Ambil Islam seluruhnya atau tidak sama sekali
Dr. Ahzami Samiun Jazuli, seorang ulama terkemuka dalam Ilmu Tafsir di Indonesia mengemukakan dalam satu ceramahnya, seringkali kita memenggal ayat ini hanya sampai melaksanakan Islam secara kaffah, padahal ada kelanjutan ayatnya yaitu seruan agar kita tidak mengikuti langkah-langkah syaitan.
Dengan mengambilnya secara lengkap maka terkandung maksud bahwa seorang mukmin hanya mempunyai dua pilihan yaitu jika tidak melaksanakan Islam secara kaffah maka otomatis dia tergolong orang-orang yang mengikuti langkah-langkah syaitan. Atau bisa dengan ungkapan lain “Ambil Islam secara keseluruhan atau tidak sama sekali” dengan segala kompensasi dan konsekuensi yang akan di dapat.

Saudaraku,
Kita hidup di bumi Allah, lalu jika kita masih mengikuti aturan selain aturan dari tuan rumah bukankah berarti kita adalah seorang tamu yang tidak tahu diri ??

4. Jadikan syaitan sebagai musuh abadi
Setan adalah musuh, dan selamanya akan menjadi musuh. Permintaan setan sebelum dia dimasukkan ke neraka, adalah satu komitmen untuk menyesatkan seluruh umat manusia.
Dari sini, masihkan dia bisa dianggap sebagai teman ??

Anehnya masih banyak orang yang justru bangga saat dia telah melakukan kemaksiatan, Banyak yang bangga saat berhasil naik kereta tanpa tiket,Banyak yang bangga saat bisa mendapat keuntungan yang sebenarnya bukan haknya,Banyak yang bangga saat bisa berbohong pada yang lain.

Padahal kalau mau jujur, mereka pasti mengakui bahwa itu perbuatan yang tidak benar.
Anehnya lagi, jika ada orang yang sebelumnya selalu melakukan keburukan kemudian tiba-tiba berubah dengan melakukan kebaikan, muncullah komentar “Ah, sok alim lu..!!”
Mungkin hanya satu jawaban yang tepat untuk men-couternya , yaitu “Ah, sok kafir lu..!!”

wallohu a'lam
Selengkapnya...

Sabtu, 20 November 2010

Cinta Seorang Suami

Dilihat dari usia beliau sudah tidak muda lagi, usia yang sudah senja bahkan sudah mendekati malam. Masa Pak Suyatno, 58 tahun ke sehariannya diisi dengan merawat isterinya yang sakit. isterinya juga sudah tua. Mereka berkahwin sudah lebih 32 tahun

Mereka dikurniakan 4 orang anak ....disinilah awal cubaan menerpa, setelah isterinya melahirkan anak ke empat .....
tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak boleh digerakkan. Hal itu terjadi selama dua tahun.

Menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak mampu digerakkan lagi.

Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapkan, dan mengangkat isterinya ke atas tempat tidur.
Sebelum berangkat ke tempat kerja dia meletakkan isterinya di hadapan TV supaya isterinya tidak berasa kesunyian.

Walau isterinya tidak dapat bercakap, tapi dia selalu melihat isterinya tersenyum, dan pak suyatno masih berasa beruntung kerana tempat kerjanya tidak begitu jauh dari rumahnya,
sehingga siang hari dia boleh pulang ke rumah untuk menyuapi isterinya makan. Petangnya dia pulang memandikan isterinya, mengganti pakaian, dan selepas maghrib dia temankan isterinya menonton tv sambil bercerita apa sahaja yang dia alami seharian.

Walaupun isterinya hanya mampu memandang (tidak mampu memberikan respons ), pak suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda dan bergurau dengan isterinya setiap kali menjelang tidur.

Rutin ini dilakukan pak suyatno lebih kurang 25 tahun. Dengan sabar dia merawat isterinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak-anak mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yang masih kuliah.
Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul di rumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Kerana setelah menikah mereka tinggal dengan keluarga masing-masing.

Dan pak suyatno tetap merawat ibu kepada anak-anaknya, dan yang dia inginkan hanya satu: semua anaknya berjaya.

Dengan kalimat yang cukup hati2 anak yang sulung berkata : "Pak kami ingin sekali merawat ibu ... Semenjak kami kecil kami melihat bapak merawat ibu dan tidak ada sedikit pun keluhan keluar dari bibir bapak, bahkan bapak tidak izinkan kami menjaga ibu."

Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata-katanya .....

"Sudah yang kali keempat kami mengizinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengizinkannya. Bila bapak akan menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini ...
kami sudah tidak sampai hati melihat bapak begini... kami berjanji akan merawat ibu dengan sebaik-baiknya secara bergantian," ujar anaknya yang sulung merayu.

Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga oleh anak-anaknya.

"Anak-anakku. .... jikalau hidup di dunia ini hanya untuk nafsu.... mungkin bapak akan berkahwin lagi.... tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian di sampingku... . itu sudah lebih dari cukup. Dia telah melahirkan kalian..."
Sejenak kerongkongannya tersekat..." Kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta
yang tidak dapat dinilai dengan apapun.Cuba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti Ini ?

Kalian menginginkan bapak bahagia .... Apakah batin bapak dapat bahagia meninggalkan ibumu dalam keadaannya seperti sekarang ?

Kalian menginginkan bapak yang masih diberi Allah kesihatan yang baik dirawat oleh orang lain .......bagaimana dengan ibumu yg masih sakit ?

Sejenak meledaklah tangis anak-anak pak Suyatno...Merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata ibunya... Dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu...

Sampailah akhirnya pak Suyatno diundang oleh salah satu stesen TV swasta untuk menjadi panel jemputan acara Bimbingan Rohani Selepas subuh dan juru acara pun mengajukan pertanyaan kepada pak suyatno...

Kenapa bapak mampu bertahan selama 25 tahun merawat Isteri yang sudah tidak mampu berbuat apa-apa?

Ketika itu pak Suyatno pun menangis.... tamu yang hadir di studio yang kebanyakan kaum ibu pun tidak mampu menahan haru...

Disitulah pak suyatno bercerita... Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta tapi dia tidak mencintai kerana Allah maka semuanya akan luntur...

Saya memilih isteri saya menjadi pendamping hidup saya ....Sewaktu dia sihat diapun dengan sabar merawat saya... Mencintai saya dengan sepenuh hati zahir dan batinnya bukan dengan mata kepala semata-mata. .. dan dia memberi saya 4 orang anak yang lucu dan baik-baik...

Sekarang dia sakit berkorban untuk saya kerana Allah... Dan itu merupakan ujian bagi saya.

Sihat pun belum tentu saya mencari penggantinya. .. apalagi dia sakit ... Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya mengadu kepada Allah di atas sajadah supaya meringankan penderitaan isteri saya.

Dan saya yakin hanya kepada Allah tempatsaya mengadukan rahsia dan segala kesukaran saya...kerana DIA maha Mendengar...
Selengkapnya...

Kamis, 28 Oktober 2010

Bertanya Tentang Cinta

Aku bertanya pada alam semesta tentang arti “CINTA”, lalu satu demi satu mereka menjawab…

Bumi menjawab:
“CINTA adalah hamparan tempat tumbuh segala bahagia dan harapan akan itu. Ia memang diinjak dan dihinakan, tetapi ia tak peduli. Pikir Cinta hanya memberi, dan itu sajalah inginnya.”

Air menjawab:
“CINTA adalah hujan yang menumbuhkan benih-benih rasa kesukaan, kerelaan akan keterikatan, kerinduan dan kesenduan, atau samudera kasih yang luas sebagai naungan segala perasaan

Api menjawab:
“CINTA adalah panas yang membakar segala, ia memusnahkan untuk dapat hidup dan menyala. Demi merasakannya, makhluk rela terbakar dalam amarah dan kedurhakaan.”

Angin menjawab:
“CINTA adalah hembusan yang menebar sayang tanpa tahu siapa tujuannya. Orang bilang ia buta, sebab itu inginnya. Ia tak terlihat, tapi tanpanya segala raga akan hampa.”

Langit menjawab:
“CINTA adalah luasan tanpa batas. Luasnya tiada makhluk yang tahu. Kecuali bahwa cinta itu bahagia yang biru, atau derita kelam yang kelabu

Matahari menjawab:
“CINTA adalah hidup untuk memberi energi kehidupan dan cahaya harapan. Ia tak akan lelah memberi sampai ia padam dan mati.”

Pohon menjawab:
“CINTA adalah akar yang menopang segalanya. Ia tulus hingga tak perlu terlihat dan dikenal. Tapi ia terus memberi agar batang bahagia tetap kokoh abadi, berbuah dan berbunga indah.”

Gunung menjawab:
“CINTA adalah rasa yang menjulang tinggi. Rasa itu demikian tenang dan menyejukkan. Namun saat gundah, Ia akan meleburkan sekelilingnya dengan lautan lava cemburu yang membara.”

Lalu, Aku bertanya pada CINTA:
“Wahai CINTA, apakah sebenarnya arti dirimu??”

CINTA menjawab:
“CINTA adalah engkau patuh terhadap-Nya, meski kau tak melihat-Nya. Engkau tidak mencium-Nya atau meraba-Nya, tapi engkau patuh karena engkau merasa akan hadir-Nya. Sebab CINTA bukan indera, tapi adalah rasa.”

“CINTA adalah engkau takut akan amarah-Nya, dan takut jika Ia meninggalkanmu. Takut jika Ia tak menyukaimu lagi. Lalu engkau mencari-cari alasan untuk selalu dekat dengannya, bahkan jika engkau harus menderita, atau yang lebih mengerikan dari itu.”

“CINTA adalah engkau menyimpan segala harapan pada-Nya dan tidak pada yang lain. Engkau tidak mendua dalam harapan, dan demikian selamanya. Cinta adalah engkau setia menjadi budak-Nya, yang engkau hidup untuk-Nya dan mati untuk kesukaan-Nya akan dirimu, hidup dan mati untuk Dia. Engkau berusaha sekerasnya agar engkau diakui, hanya sebagai budak, sebagai hamba.”

“Diatas segalanya, CINTA adalah engkau merasa kasih sayang yang tunggal yang tidak engkau berikan pada yang lain, selain pada-Nya. Engkau rindu akan hadir-Nya dan melihat-Nya. Engkau suka apa yang Ia sukai dan benci apa yang Ia benci, engkau merasakan segala ada pada-Nya dan segala atas nama-Nya.”

Aku lantas bertanya pada CINTA:
“Bisakah aku merasakannya?”

Sambil berlaru CINTA menjawab:
“Selama engkau mengetahui hakikat penciptaanmu dan bersyukur dengan apa yang Dia beri, maka itu semua akan kau rasakan, percayalah padaku tambahnya….”

Aku pun Berteriak, “Wahai KAU SANG MAHA PECINTA terimalah cintaku yang sederhana ini, izinkanlah aku merasakan cintaMu yang Maha Indah…”
Selengkapnya...

Sabtu, 23 Oktober 2010

KAMI IKHWAN BIASA

Kami ikhwan biasa tahu bahwa kalian menginginkan sosok pemimpin keluarga seperti Ustadz Mutamimmul Ula, yang dalam kesibukannya, ia memberi perhatian serius terhadap pendidikan anak-anaknya. Ia yang menghidupkan al Quran dalam keluarganya. Sehingga sebagian dari sebelas anak-anaknya sudah menjadi hafidz di usia sekolah, dan sebagian yang lebih kecilnya akan segera menjadi hafidz.

Kami ikhwan biasa tahu bahwa kalian mendambakan sosok Muhammad Natsir yang bersahaja. Yang tidak mementingkan gemerlap materi serta membangun keluarganya di atas landasan akhlak dan akidah. Ia yang menjadi perdana menteri termuda Republik Indonesia membiarkan anaknya bersepeda ke sekolah, mengenakan jas yang ada tambalan di lengannya, serta tidak memiliki rumah sendiri hingga ia meninggal.

Kami ikhwan biasa tahu sesungguhnya kalian merindukan sosok teguh Hasan al Banna, saat kalian bertanya “hendak ke mana lagi? anakmu sedang sakit” maka ia berkata, “aku tetap harus berangkat menunaikan tugas dakwah, anak kita adalah milik Allah dan Ia tidak akan menyia-nyiakannya”.

Kami ikhwan biasa tahu bahwa kalian pun mendambakan sosok suami setulus Buya Hamka. Suatu saat dalam tabligh akbar di daerah istrinya diminta mengisi ceramah juga, lalu istrinya dalam ceramah itu hanya berkata “saya bukan seperti Buya Hamka yang tukang ceramah, saya hanya tukang masaknya”. Ia Buya Hamka yang membangun kesetaraan dalam keluarganya bukan sekedar derajat “kehebatan” pasangannya. Melainkan dari ketergantungan dan kasih yang tulus dalam memberi dan menerima. Walau pun sosok istrinya ternyata sangat bersahaja dan “biasa” saja.

Kami ikhwan biasa tahu kalian juga mendambakan sosok Abdul Azis Arrantisi, ia yang seorang ayah, ia yang berprofesi sebagai dokter anak. Ia juga yang paling ditakuti oleh zionis la’natullah hingga Apache menjadi jalan baginya menjemput syahid. Ia membuktikan ucapannya saat diwawancarai oleh seorang wartawan, “Are you afraid to die? Whether you die by cardiac arrest or bombed by Apache, I prefer to Apache!”

Kami ikhwan biasa tahu bahwa kalian mendamba Mush’ab bin Umair yang begitu tampan dan menawan. Yang harum minyak wanginya saja sudah tercium sebelum sosoknya tiba. Ia yang lalu memilih menyerahkan dirinya pada Allah, saat ibunya mogok makan untuk memaksanya kembali kepada kekafiran dengan tegar ia membisiki telinga ibunya, “wahai bunda tercinta, seandainya engkau memiliki 99 nyawa dan satu persatu nyawa itu keluar, demi Allah aku tidak akan meninggalkan agama ini”. Ia yang akhirnya syahid dengan hanya dikubur kain burdah yang tidak mencukupi seluruh badannya sehingga kakinya harus dikafan dengan dedaunan.

Kami ikhwan biasa tahu bahwa kalian merindukan sosok seromantis Handzalah. Ia yang menikah di siang harinya dan bertemu di malamnya, esoknya ia berangkat menuju medan jihad. Ia yang mandi janabatnya setelah bertemu dengan isrinya dilakukan oleh malaikat, lalu menantimu di surga.

Kami ikhwan biasa tahu bahwa kalian mendamba sosok perkasa Umar bin Khattab. Ia yang keras dan perkasa. Ia yang menjadi patriot, pembela, dan pelayan bagi umatnya. Namun ia juga yang mengatakan “jadilah kamu seperti anak kecil di depan istrimu”.

Kami ikhwan biasa tahu bahwa kalian memimpikan sosok setaat dan seikhlas Ibrahim khalilullah, abul anbiya. Ibrahim yang ketaatannya pada Allah swt tanpa batas dan tanpa tanya. Saat ia meninggalkan anak dan istrinya, di lembah tak berkehidupan. Ia yang ikhlas melaksanakan perintah untuk menyembelih anak semata wayangnya yang dinanti puluhan tahun. Yang dengan keikhlasan dan ketaatannya itulah lalu Allah mengijabah doa doanya. Dan milyaran umat Muhammad pun bershawalat kepadanya setiap hari. Yang anak-anaknya menjadi ayah dan kakek buyut dari semua nabi.

Kami ikhwan biasa tahu kalian mengidamkan pria sesuci Yusuf as. Yang kesetiannya (pada Allah) membawanya pada penjara. Yang penjara lebih ia sukai daripada bermaksiat kepada Allah. Yang kisah hidupnya sangat dramatis serta melankolik. Yang ketampanannya melebihi semua lelaki di dunia ini tidak ada apa-apanya dibandingkan keshalehan akhlaknya. Hingga Allah swt mengabadikannya dalam Al Quran. Hanya surat Yusuf lah satu surat yang isinya dari awal sampai akhir adalah kisah seorang.

Kami para ikhwan biasa tahu bahwa kalian selalu berdoa dan berharap dipertemukan lelaki agung semulia baginda kita Muhammad saw. Ia pemimpin agung manusia, ia panglima tergagah, ia manajer terhebat, ia pedagang tersukses. Ia pun ayah dan suami terbaik. Yang sempat ia bermain dengan cucunya. Yang sempat ia membetulkan terompahnya sendiri. Yang sempat ia bermain lari-larian serta menonton pertunjukan bersama istrinya. Ia yang begitu romantisnya sehingga dikisahkan saat istrinya Aisyah ra membawakannya air minum. Saat itu Aisyah begitu terburu-buru karena suaminya baru saja sampai ke rumah sehingga ia salah memasukan gula malah menjadi garam. Rasulullah saw pun tidak marah dan tidak memberi tahu aisyah kalau minuman itu begitu asin dan pahit. Rasulullah saw hanya meminta kepada Aisyah agar mencobanya juga. Hingga saat Aisyah begitu kaget kaerna menyadarinya ia lalu meminta maaf kepada rasulullah saw, tapi Rasulullah saw malah menghabiskannya. Aisyah berkata “maafkan aku, mengapa engkau masih meminumnya juga?”, “minuman ini jadi manis setelah kamu meminumnya wahai Aisyah”, kata beliau.

Kami ikhwan biasa tahu kalian mendambakan sosok suami seperti ayahmu sendiri. Yang dalam ketidaksempurnaannya seperti lelaki-lelaki hebat lain, ia lah lelaki yang tidak dapat terbalas kebaikannya padamu. Ia yang lautan kebaikannya hingga sekarang membawamu pada nafas dan detak kehidupan hingga detik ini.

Kami ikhwan biasa sangat jauh bahkan teramat jauh dari mereka semua. Yang kami punya hanya obsesi untuk menjadi seperti mereka. Kami ikhwan biasa percaya bahwa kita akan bertemu pada waktu dan tempat yang telah ditentukan bahkan sebelum kita dilahirkan ke dunia. Kami yakin pada takdir Allah akan hal itu. Kami tidak tahu dan tidak terbayangkan siapa salah satu di antara kalian yang ditakdirkan bersama kami dan bilakah itu. Kami hanya diminta untuk berikhitiar dan bersabar menunggu saatnya tiba. Oleh karena itu, bantulah kami untuk menjaga diri dan hati dengan cara kalian pun menjaga diri dan hati pula. Bantulah kami agar obsesi kami dan juga keinginan-keinginan kalian seperti di atas dapat terwujud. Karena tiada pernah akhir yang baik dari cara-cara di luar jalan syariat. Tugas kita hanya terus bersabar dalam memperbaiki diri.. Fashabran jamiil.,,
Selengkapnya...

Kamis, 21 Oktober 2010

Saya Menikahimu dengan Sederhana

Aku senantiasa mengingat saat pernikahan kita
Bukan karena ia berlangsung di gedung mewah
Juga bukan karena iringan degung dan gamelan, atau pakaian mengkilap dan kosmetika
Harapan kita adalah kita tak dibuat silau dengan gemerlap dunia

Aku ingat karena kita menikah begitu sederhana
Tanpa undangan pernikahan, hanya SMS dan undangan lisan
Di masjid kecil yang terpojok rumah-rumah menjulang
Kita berharap agar keturunan kita mencintai masjid dan terpaut hati padanya

Aku ingat karena kita menikah begitu sederhana
Karena kita tak sempat dan tak ingin disibukkan oleh remeh-temeh upacara
Apalagi upacara-upacara yang menurut agama tak selayaknya ada
Sebab kita berharap agamalah yang memandu perjalanan kita

Walimat l 'ursy kita hanya dilangsungkan di rumah saja
Menunya tak seberapa istimewa
Namun alhamdulillah kita masih bisa mendengar adzan dan shalat pada waktunya
Harapan kita adalah kita masih bisa mendengar adzan dalam setiap kesibukan rumah-tangga kita

Aku ingat karena kita menikah begitu sederhana
Hanya jas pinjaman berwarna coklat dan dasi sedikit sobek
Mahar sederhana karena engkau memintanya begitu
Harapannya adalah kita tak disibukan oleh pakaian dan perhiasan dunia

Aku ingat karena kita menikah begitu sederhana
Kita mendobrak kebiasaan dan tradisi yang mempersulit pernikahan
Bahwa inti pernikahan bukan yang lain-lain, bukan prestise yang harus ditunjukkan pada tamu-tamu
Demikianlah mudah-mudahan kita menemukan inti dari setiap lekuk hidup berumah-tangga

Kita berharap, semoga melalui hisab sederhana pula, bersama-sama kita berumah di syurga
Selengkapnya...

Kamis, 16 September 2010

Doaku di malam sujudku.......

segelintir doa bagi para ikhwan atau akhwat yang masih menunggu datangnya seorang pendamping hidup........

Ya Rabb......
Aku berdo'a untuk seseorang yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu
Seseorang yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau
Seseorang yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu

Wajah rupawan dan daya tarik fisik tidaklah penting
Yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau
dan berusaha menjadikan sifat-sifatMu ada pada dirinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia.

Seseorang yang memiliki hati yang bijak tidak hanya otak yang cerdas
Seseorang yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku
Seseorang yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasihatiku ketika aku berbuat salah

Seseorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tapi karena hatiku
Seseorang yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang hambaMu ketika aku di sisinya

Ya Rabb....
Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun aku meminta seseorang yang tidak sempurna,
sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu
Seseorang yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seseorang yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna

Ya Rabb...
Aku juga meminta,
Buatlah aku menjadi manusia yang dapat membuatnya bangga
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sekedar cintaku

Berikanlah sifat yang lembut sehingga ketampananku/kecantikanku datang dariMu
Berikanlah aku tangan sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dan bukan hal buruk dalam dirinya
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,
mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat dan tersenyum untuk dirinya setiap pagi

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan:
"Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna."

Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat
Dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan

Aamiin....
Selengkapnya...

Hapus Air Mata Itu

Saudaraku,

Janganlah kau bersedih. Rasa lapar saat ini akan tergantikan rasa kenyang, rasa haus tergantikan kepuasan, rasa sakit tergantikan kesembuhan, rasa sedih tergantikan kegembiraan. Setiap yang pergi pastilah akan kembali, setiap yang hilang pastilah ketemu, setiap kesesatan pastilah ada petunjuk, setiap kesulitan pastilah ada kemudahan, dan disetiap kegelapan akan datang masa terang.

Saudaraku,

Sampaikan kabar pada malam yang kelam, bahwa fajar pasti datang mengusir kegelapan. Kabarkan juga pada orang yang berkesusahan, bahwa pertolongan akan datang secepat kedipan mata. Sampaikan juga pada mereka yang tertindas, bahwa kelembutan akan mendekap penuh kehangatan.

Saudaraku,

Hari ini mungkin saja air mata mengalir mengiringi sebuah petaka, tapi yakinkan diri bahwa masih ada senyum yang akan tergambar menghias hari-hari yang akan dilalui. Nikmati saja rasa sakit itu, didalamnya akan kita temukan berjuta hikmah yang akan mengiringi kita untuk melangkah lebih baik. Berbahagialah, karena bahagia itu milik kita semua

Saudaraku, hapus air mata itu.

Bangkitkan semangat, mari berjuang, jangan pernah bersedih, kerena masih ada senyum hari esok.
Selengkapnya...

Minggu, 05 September 2010

Kupersembahkan Bait-bait ini Untukmu Abi Tercinta

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..

Akan sering merasa kangen sekali dengan Umminya.

Lalu bagaimana dengan Abi?

Mungkin karena Ummi lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,

tapi tahukah kamu, jika ternyata Abi-lah yang mengingatkan Ummi untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Ummi-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita,

tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Abi bekerja dan dengan wajah lelah Abi selalu menanyakan pada Ummi tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……

Abi biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.

Dan setelah Abi mengganggapmu bisa, Abi akan melepaskan roda bantu di sepedamu…

Kemudian Ummi bilang : “Jangan dulu Abi, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,

Ummi takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Abi dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Ummi menatapmu iba.

Tetapi Abi akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”

Tahukah kamu, Abi melakukan itu karena Abi tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Abi yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :

“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.

Berbeda dengan Ummi yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.

Ketahuilah, saat itu Abi benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja….

Kamu mulai menuntut pada Abi untuk dapat izin keluar malam, dan Abi bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.

Tahukah kamu, bahwa Abi melakukan itu untuk menjagamu?

Karena bagi Abi, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Abi, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Ummi….

Tahukah kamu, bahwa saat itu Abi memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,

Bahwa Abi sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika kamu menjadi gadis dewasa….

Dan kamu harus pergi belajar dikota lain…

Tahukah kamu bahwa badan Abi terasa kaku untuk memelukmu?

Abi hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .

Padahal Abi ingin sekali menangis seperti Ummi dan memelukmu erat-erat.

Yang Abi lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.

Abi melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Abi.

Abi pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Abi tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…

Kata-kata yang keluar dari mulut Abi adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”

Padahal dalam batin Abi, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Abi belikan untukmu”.

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Abi merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Sampai saat seseorang datang ke rumah dan meminta izin pada Abi untuk mengambilmu darinya.

Abi akan sangat berhati-hati memberikan izin..

Karena Abi tahu…..

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya….

Saat Abi melihatmu duduk bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Abi pun tersenyum bahagia….

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Abi pergi kebelakang sebentar, dan menangis?

Abi menangis karena Abi sangat berbahagia, kemudian Abi berdoa….

Dalam lirih doanya kepada Rabb, Abi berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….

Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….

Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu Abi hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….

Abi telah menyelesaikan tugasnya….

Abi, Ayah, Bapak, atau Abah kita…

Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal..

* * * *

Keterangan : Judul Asli “ Di Balik Kisah Seorang Papa” pada naskah aslinya kata Abi ditulis “Papa” dan kata Ummi ditulis “Mama”
Selengkapnya...

Cinta Kita Tak Pernah Sama

Teruslah terbuai dalam kesemuan..
Biarlah cinta itu memperdayamu dalam kekerdilan.

Lihatlah mereka yang lelah berlari..
Cintanya kuat merindu cahaya surgawi

Teruslah berbicara tentang kefitrahan..
Biarlah kau nodai kata itu dengan bualan murahan.

Dan Fitrah mereka adalah kemuliaan..
Tiada sejengkal pun tanah, melainkan darah kehormatan.

Cinta kita penuh warna-warna..
Kadang merah muda, ungu, ataupun jingga.

Cinta mereka penuh debu..
Kadang darah, kerikil, dan air mata jadi satu.

Surat cinta kita teriring bersama bunga..
Tertera di sana kata-kata indah puisi bak mutiara.

Surat cinta mereka lusuh terdesing mesiu..
Namun lantunannya terdesir membingkai kalbu.

Pikiran kita terkuras pada yang kelak sirna..
yang Tak pernah ada dari padanya selain yang sia.

Pikiran mereka terpaut pada kemilau Wahyu..
Yang membuat mereka bertahan didera peluru.

Cinta ada disini..
Cinta pun ada disana

Masing-masing memiliki arti..
Namun keduanya tak pernah sama.

Disini cinta terhinakan nafsu..
Disana cinta termuliakan luka.

Disini cinta rendah membelenggu..
Disana cinta tinggi mengudara.
Selengkapnya...

Kepada Kaum Adam yang Belum Menikah

Mungkin kalian sedang tertarik ataupun tak dapat menahan pesona kalian terhadap cantiknya perempuan2x disekitar kalian dan memaksa diri kalian untuk menikahi salah satu dari mereka, namun kesiapan kalian belum memadai untuk itu. Namun, janganlah dengan keadaan demikian, kalian menjadikan mereka berharap kepadamu dan mengizinkan mereka menunggumu, ketahuilah menunggu merupakan penderitaan bagi seorang wanita. Biarkanlah mereka menikah dan bertemu dengan jodohnya masing-masing tanpa terhalang dengan penantiannya terhadap dirimu di pada waktu yang tidak pasti. Yakinlah, jika saat ini saja begitu banyak yang mempesonakanmu, bukankah di suatu saat nanti ketika usiamu telah bertambah dan engkau telah siap maka Rahasia-rahasia Allah tentang seseorang yang lebih mempesonakanmu akan dipertemukan kepadamu dan engkau mendapatinya di tempat yang diberkahi dan penuh Rahmat, Pernikahan. Ingatlah, apakah Allah akan menyia-nyiakan usaha seseorang dalam menjaga dirinya? Insya Allah tidak, karena Allah tidak menyia-nyiakan perbuatan baik bagi hamba-hambaNya.
Insya Allah
Allahu Akbar!

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. Al-Azhab:35

Sesunggunya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan yang baik. Al-Kahfi:30

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,
Ali Imran:133

Insya Allah
Semoga Allah Memaafkan aku Ketika aku Bersalah
Allahuma Amiin
Selengkapnya...

Selasa, 24 Agustus 2010

Rabithah,,,

Sahabat, rabithah adalah sebuah do'a yang terdapat pada akhir runtunan panjang al-ma'tsurat qubra maupun shugra, mungkin di antara sahabat telah menjadikannya sebagai rutinitas antum. Namun pernahkah sahabat memaknainya? atau minimal membaca artinya?

"Yaa Allah, sesungguhnya Engkau maha mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepada-Mu, bertemu dalam keta'atan pada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru (di jalan)-Mu, dan berjanji setia untuk membela syari'at-Mu, maka kuatkanlah ikatannya...Yaa allah, abadikanlah kasih sayangnya, tujukilah jalan-jalannya, dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak akan pernah padam. lapangkanlah dadanya dengan limpahan aman dan keindahan tawakkal pada-Mu, hidupkanlah dengan ma'rifat-Mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan pembela. Amin. Dan Sholawat serta salam selalu tercurahkan kepada Muhammad SAW, kepada keluarganya, dan kepada sahabat-sahabatnya...."

hmmm,,, sahabat, sangat rugi bila kita tak mengetahui artinya saat kita membaca do'a ini. Karena melalui Rabithah ini kita bisa menyelesaikan perselisihan dengan saudara kita, bisa melembutkan hati-hati kita, dan bisa mempererat ukhuwah di antara kita. Bukankah Rasul mulia pernah bersabda: "Belum dikatakan beriman seseorang sebelum ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri,,,".

sahabat,,, Manalah mungkin kita bisa mencintai saudara kita seiman bila hati kita tidaklah terpaut dengannya (mereka). Keterikatan hati ini bisa kita peroleh melalui do'a rabithah, bayangkan wajah saudara kita tadi. Saia berani mengatakan di sini pastilah karena telah mencoba dan membuktikan dahsyatnya do'a rabithah (sebenarnya yang namanya do'a apapun bentuknya mah dahsyat asal sungguh-sungguh berharap pada-Nya, tapi lebih dahsyat lagi bila do'a tersebut ada petunjuknya).

Pernah sekali waktu saia merindukan seorang akhi yang sudah lama tak berkomunikasi (karena jarak, kesibukan, dan pastinya nomor HP yang berganti), saia ingat akan sebuah pesan ustadz, kalo Rabithah itu pengikat hati, lalu saia baca dengan membayangkan wajah akhi tersebut dengan penuh pengharapan. Setelah itu saia berserah diri pada Allah,,,
Luar biasa, tak berapa lama (kalo gak salah gak sampai hitungan jam), ada sebuah telpon masuk, dan, wow...ternyata dari akhi yang saia rindukan. Dan luar biasa lagi, kejadian yang sama telah beberapa kali saia alami.

Apa cuma itu yang pernah saia alami? Gak! banyak lagi yang lainnya, mungkin pada kesempatan ini saia ingin cerita sebuah pengalaman lagi waktu itu saia sedang kesal dengan sikap salah seorang akhi, sikapnya begitu arogan dan seperti memahami semua hal (hmm, sikap ini juga masih sering muncul pada diri saia,,, hihihiii,,,). Kesal, itulah yang ada di hati saia. Lalu saia coba untuk sedikit tenang dan sholat, setelah sholat, saia baca do'a rabithah, dan membayangkan wajahnya. Subhanallah, semua pesan yang tadinya membuat saia kesal, semua perkataan yang membuat saia dongkol, dan semua sikap yang buat saia eneg berubah. Apa tulisannya berubah?atau perkataan yang telah terucap? atau sikap yang tela terbuat?
TIDAK !!
Yang berubah adalah cara saia menilainya, akhirnya semua tadi terasa indah, semua terlihat sebagai tanda cinta dan perhatian akhi terhadap saia,,, luar biasa, ba'da itu, saia komunikasi lagi dengannya, bisssss,,,,, rasanya sangat nyaman, ia minta maaf,,, dan komunikasi itupun menjadi sangat indah,,,

Sahabat,,, setelah semua yang saia sampaikan tadi, tidaklah ada maknanya bila sahabat tak melakukannya, apa lagi tak membacanya dengan lapang dada.

Saia sadari dalam penulisan terdapat banyak kelemahan dan kekurangan, oleh karena itu saia harapkan bimbingan dan kritikan yang membangun dari sahabat...

jazaakumullahu khairan...
Selengkapnya...

Surat Cinta Ku Untuk mu Ukhti,,,

Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,,,


Ba'da tahmid dan shalawat,,,

Syukur pada Allah yang masih mengaruniakan nafas padaku dan padamu untuk segera memperbarui taubat,,,

Ukhti,,,
Rasanya aku telah menemukan Kekasih yang jauh lebih baik darimu.
YangTak pernah Mengantuk dan Tak Pernah Tidur.
Yang siap terus menerus Memperhatikan dan Mengurusku.
Yang selalu bersedia berduaan disepertiga terakhir malam.
Yang siap Memberi apapun yang ku pinta, Ia Yang Bertahta, Berkuasa dan Memiliki Segalanya.

Maaf Ukhti,,,
Tapi menurutku kau bukan apa-apa dibanding Dia.
Kau sangat lemah, kecil dan kerdil di hadapan-Nya.
Ia berbuat apa saja sekehendak-Nya kepadamu.
Dan, Ukhti, aku khawatir apa yang telah kita lakukan selama ini membuat-Nya cemburu.
Aku takut, hubungan kita selama ini membuat-Nya murka.
Padahal Ia, Maha Kuat, Maha Gagah, Maha Perkasa, Maha Keras Siksa-Nya.

Ukhti,,,
Belum terlambat untuk bertaubat.
Apa yang telah kita lakukan selama ini pasti akan ditanyakan oleh-Nya.
Ia bisa marah, Ukhti.
Marah tentang saling pandang yang pernah kita lakukan.
Marah karena setitik sentuhan kulit kita yang belum halal itu.
Marah karena suatu ketika dengan terpaksa aku harus memboncengimu dengan motorku.
Marah karena pernah ketetapan-Nya kuadukan padamu atau tentang lamunanku yang selalu membayangkan wajahmu.
Ia bisa Marah.
Tapi sekali lagi semua belum terlambat.
Kalau kita memutuskan hubungan ini sekarang, semoga Ia mau Memaafkan dan Mengampuni.
Ukhti, Ia Maha Pengampun, Maha Pemberi Maaf, MahaMenerima Taubat, Maha Penyayang, Maha Bijaksana.

Ukhti,,,
Jangan marah ya.
Aku sudah memutuskan untuk menyerahkan cintaku pada-Nya, tidak pada selain-Nya.
Tapi tak Cuma aku, Ukhti.
Kau pun bisamenjadi kekasih-Nya, kekasih yang amat dicintai dan dimuliakan.
Caranya satu, kita harus jauhi semua larangan-larangan-Nya termasuk dalam soal hubungan kita ini.
Insyaallah, Dia punya rencana yang indah untuk masa depan kita masing-masing.
Kalau engkau selalu berusaha menjaga diri dari hal-hal yang dibenci-Nya, kau pasti akan dipertemukan dengan seorang pria shalih.
Ya, pria shalih yang pasti jauh lebih baik dari diriku saat ini.
Ia yang akan membantumu menjaga agamamu, agar hidupmu senantiasa dalam kerangka mencari ridho Allah dalam ikatan pernikahan yang suci.
Inilah doaku untukmu, semoga kau pun mendoakanku, Ukhti.

Ukhti,,,
Aku akan segera menghapus namamu dari memori masa lalu yang salah arah ini.
Tapi, aku akan tetap menghormatimu sebagai saudara di jalan Allah.
Ya, saudara di jalan Allah, Ukhti.
Itulah yang terbaik.
Tak hanya antara kita berdua, tapi seluruh orang mukmin di dunia.
Tak mustahil itulah yang akan mempertemukan kita dengan Rasulullah di telaganya, lalu beliaupun memberi minum kita dengan air yang lebih manis dari madu, lebih lembut dari susu, dan lebih sejuk dari krim beku.

Maaf, Ukhti,,,
Tak baik rasanya aku berlama-lama menulis pesan ini.
Aku takut ini merusak hati.
Goresan pena terakhirku di sini adalah doa keselamatan dunia akhirat sekaligus tanda akhir dari hubungan haram kita, Insya Allah.

Wassalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Selengkapnya...

Senin, 09 Agustus 2010

Ada Surat Cinta Dari Allah

Untukmu yang selalu Kucintai,

Saat kau bangun di pagi hari, Aku memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepadaKu., bercerita, meminta pendapatKu, mengucapkan sesuatu untukKu walaupun hanya sepatah kata.

Atau berterima kasih kepadaKu atas sesuatu hal yang indah yang terjadi dalam hidupmu pada tadi malam, kemarin, atau waktu yang lalu….

Tetapi Aku melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja…

Tak sedikitpun kau menyedari Aku di dekatmu.

Aku kembali menanti saat engkau sedang bersiap,

Aku tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKu, tetapi engkau terlalu sibuk…

Di satu tempat, Aku melhat engkau duduk tanpa melakukan apapun.

Kemudian Aku melihat engkau menggerakkan kakimu.

Aku berfikir engkau akan mengambil wudhu lalu datang sujud kepadaKu, tetapi engkau berlari ke telefon dan menelefon seorang teman untuk sekadar berbual-bual.

Aku melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan Aku menanti dengan sabar sepanjang hari. Namun dengan semua kegiatanmu Aku berfikir engkau terlalu sibuk untuk mengucapkan sesuatu kepadaKu.

Sebelum makan siang Aku melihatmu memandang ke sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepadaKu, itulah sebabnya mengapa engkau tidak sedikitpun menyapaKu.

Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut namaKu dengan lembut sebelum menjamah makanan yang kuberikan, tetapi engkau tidak melakukannya…..

Ya, tidak mengapa, masih ada waktu yang tersisa dan Aku masih berharap engkau akan datang kepadaKu, meskipun saat engkau pulang ke rumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan.

Setelah tugasmu selesai, engkau menghidupkan TV, Aku tidak tahu apakah kau suka menonton TV atau tidak, hanya engkau selalu ke sana dan menghabiskan banyak waktu setiap hari di depannya, tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati siaran yang ditampilkan, hingga waktu-waktu untukKu dilupakan.

Kembali Aku menanti dengan sabar saat engkau menikmati makananmu tetapi kembali engkau lupa menyebut namaKu dan berterima kasih atas makanan yang telah Kuberikan.

Saat tidur Kupikir kau merasa terlalu lelah.

Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ke tempat tidurmu dan tertidur tanpa sepatahpun namaKu kau sebut. Tidak mengapa kerana mungkin engkau masih belum menyadari bahwa Aku selalu hadir untukmu.

Aku telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari.

Aku bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain. Aku sangat menyayangimu, setiap hari Aku menantikan sepatah kata darimu, ungkapan isi hatimu, namun tak kunjung tiba.

Baiklah….. engkau bangun kembali dan kembali Aku menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberiKu sedikit waktu untuk menyapaKu…

Tapi yang Kutunggu … ah tak juga kau menyapaKu.

Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, Isya dan..

Subuh, lagi2 kau masih tidak mempedulikan Aku.

Tak ada sepatah kata, tak ada seucap doa, tak ada pula harapan dan keinginan untuk sujud kepadaKU….

Apakah salahKu padamu …? Rezeki yang Kulimpahkan,

kesehatan yang Kuberikan, Harta yang Kurelakan, makanan yang Kuhidangkan , Keselamatan yang Kukaruniakan, kebahagiaan yang Kuanugerahkan, apakah hal itu tidak membuatmu ingat kepadaKu ???

Percayalah, Aku selalu mengasihimu, dan Aku tetap berharap suatu saat engkau akan menyapaKu, memohon perlindunganKu, bersujud menghadapKu … Kembali kepadaKu.

Yang selalu bersamamu setiap saat,

Robbi….
Selengkapnya...

Republika Online

Al-Ikhwan.net